Rabu, 25 Maret 2015

SKRIPSI BAB III ANALISIS PERANAN KUALITAS JASA PELAYANAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN (GOLFER) PADA SWARGALOKA GOLF CLUB BANJARBARU



BAB III
METODE PENELITIAN
3.1     Penjelasan Judul
Untuk menghindari adanya salah penafsiran dan kesalahpahaman maka perlu adanya penegasan istilah dalam judul “Analisis Peranan Kualitas Jasa Pelayanan Dalam Upaya Meningkatkan Kepuasan Pelanggan (Golfer) Pada Swargaloka Golf Club (SGC) Banjarbaru. yaitu :
1.      Peranan kualitas jasa pelayanan merupakan faktor yang diteliti penulis dilihat dari 10 dimensi kualitas jasa, yaitu : keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), kemampuan (competence), akses (access), tata karma (courtesy), komunikasi (communication), sifat jujur (credibility), keamanan (security), perhatian pada pelanggan (understanding the customer), fasilitas fisik (tangibles).
2.      Kepuasan pelanggan (golfer) merupakan memperbaiki mutu jasa dalam kualitas pelayanan yang diberikan kepada para pelanggan (golfer) Swargaloka Golf Club Banjarbaru.
3.      Swargaloka Golf Club Banjarbaru merupakan badan pengelola di bidang olahraga golf yang berada di daerah Landasan Ulin Banjarbaru.

3.2      Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data pada penelitian yang penulis lakukan sebagai berikut :



1.    Jenis Data
Data yang dikumpulkan harus dapat dibuktikan kebenarannya, tepat waktu dan dapat memberikan gambaran yang menyeluruh. Maka jenis data yang digunakan adalah :
a.      Data kuantitatif adalah data dalam bentuk angka yang dapat dihitung, yang diperoleh dari pelanggan (golfer) dengan membagikan kuesioner. Misalnya data perhitungan prosentase nilai kuesioner tanggapan golfer tentang kualitas jasa pelayanan di Swargaloka Golf Club Banjarbaru.
b.      Data kualitatif adalah data yang bukan dalam bentuk angka, yang diperoleh dari hasil wawancara dengan karyawan yang berwenang yang berhubungan dengan masalah yang diteliti membahas sejarah singkat Swargaloka Golf Club Banjarbaru, struktur organisasi Swargaloka Golf Club Banjarbaru dan lain sebagainya.
2.    Sumber Data
Untuk menyusun suatu penelitiian diperlukan data, baik berupa data primer maupun data sekunder, yang akan dijelaskan sebagai berikut :
a.      Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber yang menjadi objek penelitian dan pelanggan (golfer) di Swargaloka Golf Club Banjarbaru.
b.    Data sekunder adalah data yang diperoleh berasal dari dokumen-dokumen terkait data penunjang dalam penulis melakukan penelitian ini. Data sekunder ini dapat berupa teori dari pendapat ahli maupun penelitian empiris milik orang lain yang membahas permasalahan yang serupa.
3.3     Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan bagian yang penting dalam sebuah penelitian. Arikunto (2010:265) menyatakan bahwa menyusun instrumen adalah pekerjaan yang penting dalam penelitian akan tetapi mengumpulkan data jauh lebih penting. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah :
1.      Library research (riset kepustakaan)
Adalah teknik yang dilakukan dengan maksud untuk memperoleh data sekunder atau pendukung yang berfungsi sebagai landasan teori guna mendukung data primer yang telah diterapkan dari penelitian lapangan. Data sekunder ini adalah merupakan informasi yang telah di kemukakan oleh para ahli yang kompeten dalam bidangya masing-masing sehingga relevan dengan pembahasan yang berkaitan dengan tujuan penelitian.
2.      Field research (riset lapangan)
Adalah studi lapangan dilakukan dengan datang ke objek penelitian untuk melakukan pengamatan dan meminta data yang diperlukan. Data-data tersebut diperoleh dengan cara :
a.    Kuesioner/Angket
Menurut Sugiyono (2013:199) kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Sedangkan menurut Sutoyo (2012:189) Kuesioner atau angket merupakan sejumlah pertanyaan atau pernyataan tertulis tentang data faktual atau opini yang berkaitan dengan diri responden, yang dianggap fakta atau kebenaran yang diketahui dan perlu dijawab oleh responden. Kuesioner cocok apabila digunakan pada responden yang jumlahnya cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.
Kuesoner yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesoner terstruktur, yakni daftar pertanyaan sudah disediakan jawabannya sehingga responden cukup memilih alternatif jawaban yang sudah disediakan sesuai dengan keadaan dirinya.
b.    Observasi
Terdapat beberapa pengertian observasi menurut para ahli. Diantaranya :
Menurut Hadi dalam Sugiyono (2013:203) mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses pengamatan dan ingatan.
Gall dkk dalam Sutoyo (2012:85-86) memandang observasi sebagai suatu metode pengumpulan data dengan cara mengamati perilaku dan lingkungan (sosial dan atau material) individu yang sedang diamati.
Gibson dan Mitchell dalam (2012:86) memandang observasi sebagai teknik yang bisa dimanfaatkan untuk memilah-milah derajat dalam membuat konklusi tentang orang lain, meskipun diakui bahwa penggunaan observasi juga perlu dilengkapi dengan metode lain dalam penilaian manusia.

c.    Wawancara (Interview)
Pada umumnya interview dilakukan oleh dua orang atau lebih, satu pihak sebagai pencari data (interview) dan yang lain sebagai sumber data (interview). Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report, atau setidaknya pada pengetahuan atau keyakinan pribadi.
Menurut Sutrisno Hadi dalam Sugiyono (2013:194), anggapan yang perlu dipegang oleh peneliti dalam menggunakan metode interview adalah sebagai berikut:
1)    Bahwa subyek (responden) adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri
2)    Bahwa apa yang dinyatakan oleh subyek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya
3)    Bahwa interpretasi subyek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh peneliti.
Wawancara dapat dilakukan dengan cara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui bertatap muka secara langsung (face to face) maupun tidak langsung (melalui telepon).
d.    Dokumentasi
Dokumentasi yaitu mengumpulkan, meneliti, mempelajari dokumen, catatan dan laporan-laporan yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti dari dokumen-dokumen yang dimiliki oleh Swargaloka Golf Club (SGC) Banjarbaru. Data-data tersebut, seperti :,data tertulis seperti daftar buku tamu, buku catatan jumlah pelanggan (member) yang dijadikan sampel pada penelitian ini, dan juga bahan guna tinjauan pustaka.

3.4     Populasi dan Sampel
1.    Populasi
Populasi penelitian merupakan sekumpulan objek yang ditentukan                   melalui suatu kriteria tertentu yang akan dikategorikan ke dalam objek tersebut bisa termasuk orang, dokumen atau catatan yang dipandang sebagai objek penelitian.
Menurut Sugiyono (2012:115) pengertian populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Arikunto (2010:173) berpendapat bahwa populasi adalah keseluruhan subyek penelitian.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek tersebut.
Jadi populasi bukan hanya orang tetapi juga obyek dan berbeda-beda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.
Dari beberapa pendapat di atas, maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan (golfer) yang pernah merasakan dan bermain golf di Swargaloka Golf Club (SGC) Banjarbaru. Dalam hal ini, agar tidak terjadi salah penafsiran, yang merupakan populasi dalam penelitian ini adalah jumlah pelanggan (golfer) yang merupakan anggota member di Swargaloka Golf Club (SGC) Banjarbaru.
Adapun jumlah anggota member Swargaloka Golf Club (SGC) Banjarbaru dihitung dari bulan Januari 2013 sampai dengan bulan November 2014 sebanyak 650 (enam ratus lima puluh) golfer.
Tabel 3.1
Rekapitulasi Jumlah Anggota Member
Swargaloka Golf Club (SGC) Banjarbaru
Jumlah Member
650 (golfer)
Sumber :    Swargaloka Golf Club (SGC) Banjarbaru
2.   Sampel
Sampel penelitian merupakan suatu langkah untuk menentukan besarnya sampel yang akan diambil untuk melaksanakan suatu penenlitian.
Pengertian sampel menurut Sugiyono (2012:116) adalah “bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”.
Sedangkan menurut Arikunto (2010:174) yang dimaksud sampel atau contoh adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.
Penentuan besarnya sampel dalam penelitian ini didasarkan pada pendapatnya Arikunto, yaitu : “apabila subyeknya kurang dari 100, maka lebih baik digunakan semua sehingga hasil penelitiannyaakan lebih baik. Selanjutnya apabila subyeknya lebih dari 100, maka dapat diambil antara 10-15% atau 20- 25% atau lebih.”
Berdasarkan konsep yang disebutkan di atas, karena populasi dalam penelitian ini jumlahnya lebih dari 100, maka peneliti mengambil sampel 15% dari jumlah populasi 650 yaitu sebanyak 97,5 sampel, maka dibulatkan menjadi 100 sampel. Dengan jumlah sampel 100 orang, diharapkan sudah memenuhi syarat dalam pengambilan sampel pada penelitian ini.
Dengan demikian yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah pelanggan (golfer) yang baru selesai bermain golf di Swargaloka Golf Club (SGC) Banjarbaru yang populaisnya masih akan diseleksi yang dianggap cocok/sesuai untuk menjadi sampel.

3.5     Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif, yaitu statistika yang berkenaan dengan bagaimana menggambarkan, menguraikan atau menjabarkan data agar mudah dipahami dengan menggunakan angka-angka dalam bentuk persen.
Dari hasil interpretasi data berbentuk persen tersebut, maka dibuatkan distribusi jawaban persentase agar dapat diketahui seberapa besar gambaran yang diperoleh dari hasil jawaban para responden tentang peranan kualitas jasa pelayanan dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan (golfer) pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru.
Menurut Sugiyono (2010:147) menyatakan bahwa teknik analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
Menurut Sugiyono (2010:8) menyatakan bahwa teknik analisis kuantitatif dapat diartikan sebagai teknik analisis yang berlandaskan pada sample filsafat positivisum yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sample tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji variabel yang telah ditetapkan.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa teknik analisis deskriptif kuantitatif merupakan teknik yang bertujuan menggambarkan secara sistematis dan faktual tentang fakta-fakta serta hubungan antar variabel yang diselidiki dengan cara mengumpulkan data, mengolah, menganalisis, dan menginterpretasi data dalam pengujian statistik.
Guna mengukur hasil analisis dalam penelitian ini yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesoner yang dibagikan kepada responden. Teknik analisis yang digunakan sesuai model diatas diperoleh dari hasil survei menggunakan skala likert,
Menurut Likert dalam buku Azwar (2011:139), sikap dapat diukur dengan metode rating yang dijumlahkan (Method of Summated Ratings), yaitu untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena yang sebenarnya, kemudian kelima pengukuran tersebut diberi bobot nilai sebagai berikut :
a.    Jawaban Sangat Tidak Setuju      =     1   
b.    Jawaban Tidak Setuju                   =     2
c.    Jawaban Netral                             =     3
d.    Jawaban Setuju                             =     4
e.    Jawaban Sangat Setuju                =     5



Adapun kriteria yang digunakan dalam interpretasi data berbentuk persen dengan rumus sebagai berikut :
Sumber : Marjiono, 2014
Keterangan :
P =          Persentase
f  =          frekuensi jawaban
N            =          Jumlah total jawaban
Untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan pada kuesoner, peneliti menggunakan skala interval, yang mana skala ini untuk mengukur respon subjek ke dalam 5 poin skala dengan interval yang sama.
Menurut Azwar (2011:126), metode penskalaan pernyataan sikap ini dengan pendekatan stimulus yang artinya penskalaan dalam pendekatan ini ditujukan untuk meletakkan stimulus atau pernyataan sikap pada suatu kontinum psikologis yang akan menunjukkan derajat favourable atau tak favourable pernyataan yang bersangkutan.
Skala interval kemudian menskala individu yang bersangkutan dengan menambahkan bobot dari jawaban yang dipilih. Sedangkan nilai rata-rata dari masing-masing responden dapat dikelompokkan dalam kelas interval, dengan jumlah kelas 5, intervalnya dapat dihitung dengan  rumus sebagai berikut :
                                    nilai tertinggi – nilai terendah
Interval =   
                                jumlah kelas

                    5 – 1
Interval =   
                      5
Interval = 0,8 (nol koma delapan)



Dari skala tersebut, skala distribusi terhadap jawaban responden adalah :
a.        >         45,8          =          Sangat Puas
b.      35,6  -    45,7          =          Puas
c.      25,4  -    35,5          =          Cukup Puas
d.      15,2  -    25,3          =          Tidak Puas
e.         <         15,1          =          Sangat Tidak Puas

3.6     Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Swargaloka Golf Club (SGC) Banjarbaru yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani KM. 24 Landasan Ulin Banjarbaru              Telp. 0511-4705040.
Jalan Ahmad Yani KM. 24
 





Pasar Landasan Ulin-Banjarbaru
SPBU Coco Landasan Ulin






Jl. Golf













Swargaloka Golf Club  Banjarbaru


Gambar 3.1 : Denah Lokasi Penelitian
Sumber        : Data Diolah Peneliti (2014



3.7     Jadual Penelitian
Penelitian ini direncanakan dalam 4 bulan, yaitu dari bulan November 2014 sampai dengan bulan Februari 2015 dengan rincian tahap perencanaan sebagai berikut :
Tabel 3.2
Jadual Penelitian



Waktu Penelitian
No.
Kegiatan
November 2014
Desember 2014
Januari
2015
Februari 2015


1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Usulan Penelitian
X
X
X
X












2
Seminar Usulan Penelitian




X
X
X
X








3
Pengumpulan Data








X
X
X
X




4
Pengolahan dan Analisis Data








X
X
X
X




5
Penulisan Laporan Penelitian








X
X
X
X
X
X
X
X
6
Sidang








X
X
X
X
X
X
X
X
Sumber : Data Diolah Peneliti (2014)

Tidak ada komentar: