Rabu, 25 Maret 2015

SKRIPSI BAB IV ANALISIS PERANAN KUALITAS JASA PELAYANAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN (GOLFER) PADA SWARGALOKA GOLF CLUB BANJARBARU



BAB IV
ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1  Gambaran Umum Obyek Penelitian
4.1.1  Sejarah Singkat Swargaloka Golf Club Banjarbaru
Swargaloka Golf Club Banjarbaru adalah penyedia lapangan golf berstandar nasional dengan 18 holes (lobang). Padang golf ini dirancang oleh arsitektur dari korea yang memiliki keahlian khusus dalam bidang pembuatan arena padang golf. Setiap holes (lubang) dirancang dengan sangat detail sehingga masing-masing holes (lubang) memiliki karakter yang unik. Beberapa danau, fairways panjang yang dirancang dan sebagainya. Selain itu, semua keunikan karakter yang dirancang untuk memberikan suasana yang menyenangkan dan nyaman untuk bermain berolahraga golf.
Dengan dilandasi motivasi mendukung program pemerintah dalam memasyarakat, menggalakan pariwisata dan pelestarian lingkungan serta pemanfaatan asset TNI-AL secara maksimal, maka pada tahun 1967, pihak TNI-AL menjalin kerja sama dengan pihak TNI-AD selaku pelaksana dan juga pihak pemerintah Propinsi Banjarmasin untuk pembangunan dan pengelolaan sebuah sarana olahraga yang diberi nama Swargaloka Golf Course Banjarmasin yang terletak diwilayah Landasan Ulin Banjarbaru yang dulunya berada dibawah pemerintahan tingkat II Kabupaen Banjar.
Sarana olahraga yang diberi nama Swargaloka Golf Course Banjarmasin ini memanfaatkan tanah milik TNI-AD seluas 35 Ha. Swargaloka Golf Course Banjarmasin, dirancang bangun menyusuri perkampungan warga dengan panorama lingkungan hutan dan semak belukar yang didesain seindah dan sebagus mungkin demi menyuguhkan hasil yang memuaskan untuk para golfers. Swargaloka Golf Course Banjarmasin, juga memberikan beberapa tantangan dan rintangan batas yang ditandai dengan pasak-pasak. Di luar tanda itu, dinamakan zona out of bounds (OB). Bila bola pemain mendarat di zona out of bounds (OB), maka pemain akan menerima penalti 2 (dua) pukulan dan mengulang pukulan dari tempat sebelumnya. Dan ada juga zona kolam (water hazard) yaitu zona pinalti 1 (satu) pukulan dan bola dipukul di tempat yang sudah disediakan yang diberi nama droping area sesuai dengan ketentuan local rule.
Pembangunan Swargaloka Golf Course Banjarmasin dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Marsekal Madya Sri Bimo Areotedjo pada bulan Januari 1967. Dengan banyaknya dukungan dari semua pihak, pelaksanaan pembangunan berjalan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan, dan pada awal tahun 1972 telah dapat dibangun hampir 100% dari rencana keseluruhan sebanyak 9 (Sembilan) holes (lubang) dari hole 1-9 dengan jarak tempuh Men 2.916 meter dan Ladies 2.585 meter dan juga pembangunan ruang kantor yang terbuat dari kayu khas Kalimantan yaitu kayu ulin dengan pagar kayu galam.
Pada pertengahan tahun 1972, Swargaloka Golf Course Banjarmasin telah selesai dibangun dan dilaksanakan soft opening yang diresmikan oleh Marsekal Marsekal Madya Sri Bimo Areotedjo yang dimuali dengan pemukulan bola pertama oleh Marsekal Pertama Soedarman dan dilanjutkan oleh pegolfer yang lain yang berada dalam satu flight.

Daftar Perintis Swargaloka Golf Course Banjarmasin (1972)

1.    Sri Bimo Ariotedjo                       Marsekal Madya
2.    Soedarman                                 Marsekal Pertama
3.    Ny. Men Sri Bimo Ariotedjo        -
4.    Ny. Soedarman                          -
5.    H. N. S. Efendhy                                    Kol. Inf
6.    Santoso Karsan                          Kol. CZI
7.    R. Subagyo                                 Kapt. CZI
8.    Artawan                                       Kapt. CZI
9.    Warsito                                        Kapt. CZI
10.  Pramu Juswadi                           Lettu CZI
11.  Rebo                                           -
12.  Bondan                                        -

Sumber : Data diolah peneliti (2014)
Gambar 4.1  : Daftar Perintis Swargaloka Golf Club Banjarmasin (1972)
Sumber        : Swargaloka Golf Club Banjarbaru
Pada tahun 1975, Swargaloka Golf Course Banjarmasin melakukan perbaikan dengan membangun club house serta sarana pendukung lainnya seperti kantor (ruang lobi), kantin, driving range dan sport shop untuk memenuhi tuntutan rekan-rekan penggemar olahraga golf. Pembangunan sarana club house dan fasilitas lainnya tersebut diresmikan oleh Gubernur Kdh Tingkat I Kalsel H. Subardjo pada tanggal 10 April 1977.
Gambar 4.2 : Club House Swargaloka Golf Club Banjarbaru (1977)
Sumber        : Swargaloka Golf Club Banjarbaru
Pada tahun 1986, Swargaloka Golf Course Banjarmasin kembali membangun 9 (Sembilan) holes (lubang), yang dimulai pembangunannya dari hole 10-18 dengan jarak tempuh Men 3133 dan Ladies 2856 guna menjadikan Swargaloka Golf Course Banjarmasin sebagai sebuah lapangan golf berstandar Nasional sebanyak 18 (delapan belas) holes (lubang) dengan memanfaatkan tanah milik asset pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan dengan luas 39 Ha. Dibanding lapangan golf lainnya yang berada di wilayah Kalimantan Selatan, Swargaloka Golf Course Banjarmasin merupakan satu-satunya padang golf yang menyediakan fasilitas terlengkap di wilayah Propinsi Kalimantan Selatan.
Dengan melakukan penambahan holes (lubang), pada tahun 1986, Swargaloka Golf Course Banjarmasin juga melakukan pembangunan perluasan club house dan aula yang didekatnya juga disediakan kantin untuk para golfer bersantai sambil menikmati hidangan, sebelum, waktu break dan setelah selesai bermain golf, serta untuk kegunaan lainnya seperti tempat duduk para golfer pada saat pembagian hadiah pada saat pelaksanaan turnamen golf. Pada tahun 1992, pembangunan hole 10-18 serta perluasan club house selesai proses pekerjaannya.
Pada tanggal 23 Februari 1992, peresmian penggunaan lapangan golf dan perluasan club house tersebut resmi dibuka yang ditandai dengan pemukulan bola asap oleh Gubernur Kdh Tingkat I Kalsel, Ir. H. M. Said.
Gambar 4.3 : Club House Swargaloka Golf Club (Perluasan 1992)
Sumber        : Swargaloka Golf Club Banjarbaru
Berdasarkan data-data di atas, dapat disimpulkan bahwa Swargaloka Golf Club Banjarbaru nama awalnya adalah Swargaloka Golf Course Banjarmasin yang dibangun pada tahun 1967 dan terealisasi pada pertengahan tahun 1972 sebanyak 9 (sembilan) holes dengan jarak tempuh Men 2.916 meter dan Ladies 2.585 meter dilahan tanah asset milik TNI-AD seluas 35 Ha.
Pada tahun 1986 dibangun lagi penambahan holes sebanyak 9 (sembilan) holes dilahan tanah asset milik pemerintah propinsi Kalimantan Selatan seluas 39 Ha dengan jarak tempuh Men 3133 dan Ladies 2856. Dengan penambahan 9 (sembilan) holes (lubang) tersebut, jadi total holes (lubang) lapangan golf Swargaloka Golf Club Banjarbaru yaitu 18 holes (lubang) dengan total jarak tempuh Men 6.049 meter dan Ladies 5.441 meter dan luas wilayah 74 Ha.
4.1.2    Visi, Misi dan Motto
Visi, Misi dan Motto Swargaloka Golf Club Banjarbaru adalah :
1.    Visi
Sarana olahraga yang bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungan, serta menjunjung tinggi sportifitas dan kebersamaan, dengan memberikan kualitas layanan dan fasilitas terbaik, demi merai prestasi dan hasil yang sempurna.
2.    Misi
Menjadi sarana olahraga yang dapat memberikan manfaat pada masyarakat dan lingkungan
a)    Meningkatkan mutu pelayanan dalam bidang olahraga golf.
b)    Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membina kesehatan melalui pola hidup sehat dengan cara berolahraga.
c)    Mengembangkan/melakukan pembinaan dan melahirkan atlit - atlit golf, agar bisa berbicara dikancah Nasional/Internasional melalui prestasi.
d)    Ikut mendorong pemerintah/instansi resmi agar lebih berperan dalam pengembangan olahraga golf di Indonesia khususnya Banjarmasin.
4.1.3    Susunan Badan Pengelola Dan Struktur Organisasi Swargaloka Golf Club Banjarbaru Periode 2012 – 2016
1.    Susunan Badan Pengelola Swargaloka Golf Club Banjarbaru Periode 2012 – 2016
Lampiran : Keputusan Gubernur
Kalimantan Selatan
Nomor : 188.44/572/kum/2012
Tanggal 06 Desember 2012
PELINDUNG   :
GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN
MUSPIDA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PEMBINAA     :
KETUA UMUM KONI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
KETUA UMUM PENGDA PGI KALIMANTAN SELATAN
PENGARAH    :
SEKRETARIS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
KETUA                       :           H. HAIRUL SALEH, S.Sos, MM
WAKIL KETUA            :           TIDARTA TRIKADIBUSANA, SH
SEKRETARIS              :           H. ABRIANSYAH ALAM, MKes
BENDAHARA              :           ARDIANSYAH, SE
BIDANG UMUM DAN PERLENGKAPAN :
KETUA                       :           H. MUNAJI, S.Sos, MM
ANGGOTA                  :           SUKIMAN
ANGGOTA                  :           H. SUBARDJO
BIDANG TEKNIS DAN PERALATAN :
KETUA                       :           KURDIANSYAH, SH, MH
ANGGOTA                  :           WAKIMIN
BIDANG PEMELIHARAAN LAPANGAN :
KETUA                       :           H. SUBAKI, S.AB
ANGGOTA                  :           ABDULLAH
BIDANG USAHA DAN PROMOSI
KETUA                       :           Drs.H.ABDUL HARIS MAKKIE, MAP
ANGGOTA                  :           WIDI KOMENTAS
BIDANG KEAMANAN DAN PEMBINAAN CADDIE :
KETUA                       :           KOMBES. Drs. H. MARISAN
ANGGOTA                  :           PELDA. NURYANTO
Sumber : Swargaloka Golf Club Banjarbaru
2.    Struktur Organisasi Swargaloka Golf Club Banjarbaru
Struktur Organisasi merupakan kerangka kerja yang menunjukkan hubungan wewenang dan tanggung jawab setiap tingkatan yang berada dalam organisasi tersebut, untuk melaksanakan kegiatan yang terarah kepada pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Dengan adanya struktur organisasi maka kerja sama antar organisasi dapat terwujud dan berjalan dengan baik. Struktur organisasi menggambarkan pembagian tugas, pendelegasian wewenang, serta posisi seseorang dalam suatu perusahaan dengan jelas.

BIDANG UMUM DAN PERLENGKAPAN
BIDANG TEKNIS
DAN
PERALATAN

SEKRETARIS
KETUA
BIDANG PEMELIHARAAN LAPANGAN

BIDANG USAHA DAN
PROMOSI

BIDANG KEAMANAN
DAN
PEMBINAAN CADDIE

WAKIL
KETUA
BENDAHARA
 




















Gambar 4.4    :    Struktur Organisasi Swargaloka Golf Club Banjarbaru
Sumber           :    Swargaloka Golf Club Banjarbaru
4.1.4    Deskripsi Tugas Atas Struktur Organisasi Swargaloka Golf Club Banjarbaru
Delegasi wewenang merupakan kunci dinamika organisasi, hal ini dimaksudkan untuk membuat sistem desentralisasi wewenang yang diberikan atasan kepada bawahannya. Dari struktur organisasi Swargaloka Golf Club Banjarbaru dapat diuraikan deskripsi tugas yang menjadi tugas dan kewenangan pokok yang dijalankan, yaitu sebagai berikut :
1.      Ketua
a.      Memimpin dan mengendalikan sesuai dengan garis kebijakan yang telah ditetapkan.
b.      Menjaga dan membina koordinasi dalam lingkungan kerja dan memimpin rapat koordinasi secara berkala.
c.      Bertanggung jawab atas pengelolaan agar diperoleh hasil kearah yang lebih baik
d.      Meningkatkan efisiensi dan efektivitas lingkungan kerja perusahaan serta melakukan pemantauan dan pembinaan kerja bawahan.
e.      Merumuskan tujuan jangka panjang dan jangka pendek dalam kebijakan secara keseluruhan.
2.      Wakil Ketua
a.      Membantu segala aktivitas dan kelancaran tugas-tugas ketua.
b.      Menggantikan tugas-tugas ketua apabila ketua berhalangan.
3.      Sekretaris
a.      Merumuskan dan menyusun program kerja mengenai pengumpulan, pengolahan, sampai penyajian data atministrasi menjadi informasi yang berguna bagi pengguna dalam perusahaan.
b.      Mengawasi kegiatan bagian-bagian yang dibawahinya dan keamanan arsip data dan surat-surat yang ada.
c.      Memeriksa setiap surat atau laporan yang dibuat baik untuk urusan ke dalam maupun ke luar.
d.      Memelihara dan memperbaharui proses pengolahan dan penyimpanan data sehingga selalu dapat memenuhi kebutuhan para pengguna informasi.
e.      Bertanggung jawab atas penyajian informasi yang tepat dan baik untuk pihak intern.
f.       Mempertanggung jawabkan segala aktivitas yang berhubungan dengan masalah kesekretariatan kepada ketua.
4.      Bendahara
a.      Menyimpan dana yang dibutuhkan sesuai dengan anggaran atau persetujuan atasan langsung.
b.      Melakukan penyimpanan giro/cek/kas yang diterima sampai disetorkan ke bank.
c.      Menerima dana sesuai dengan yang seharusnya diterima perusahaan dan membayanrkan/mengeluarkan dana sesuai dengan yang seharusnya dibayarkan/dikeluarkan.
d.      Memeriksa dan mencocokkan laporan-laporan yang dibuat oleh kasir kas kecil dengan bukti-bukti yang ada sebelum melakukan pengisian kembali.
e.      Membuat rekonsiliasi bank setiap akhir bulan.
f.       Melakukan pencatatan pengeluaran dan penerimaan giro/cek/uang pada buku bank.
5.      Bidang Umum Dan Perlengkapan
a.      Bertanggung jawab atas segala perlengkapan sarana dan prasana yang disediakan.
b.      Bertanggung jawab untuk melaksanakan kebijaksanaan peraturan perusahaan yang telah disetujui dan disahkan oleh pembina dan ketua.
c.      Mengarahkan bawahannya di bagian pembelian untuk membuat, merencanakan dan mengkoordinasi semua permintaan pembelian akan barang-barang yang dibutuhkan.
6.      Bidang Teknis dan Peralatan
a.      Mengawasi pelaksanaan kegiatan pemeliharaan sehari-hari setiap unit yang dibawahi secara langsung dibagian teknik dan peralatan.
b.      Mengevaluasi pengelolaan tiap-tiap unit yang diawasinya.
c.      Bertanggung jawab atas setiap unit yang dioperasikan.
d.      Bertanggung jawab atas setiap unit yang dioperasikan dan member laporan kepada pimpinan utama.
7.      Bidang Pemeliharaan Lapangan
a.      Mengawasi pelaksanaan kegiatan pemeliharaan sehari-hari tiap unit yang dibawahi secara langsung.
b.      Mengevaluasi laporan kegiatan pengelolaan tiap-tiap unit yang dibawahinya.
c.      Menyusun rencana kerja dalam bidang pemeliharaan lapangan untuk tiap-tiap unit yang dibawahinya.
d.      Melakukan evaluasi atas jadwal pekejaan dan meninjau kembali pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan perhatian khusus.
e.      Bertanggung jawab atas keberhasilan dan keindahan lapangan golf serta kesehatan rumputnya.
f.       Bertanggung jawab atas pemeliharaan lapangan golf secara keseluruhan.
g.      Merawat rumput lapangan golf setiap hari sesuai dengan jadwal dan lokasi yang ditentukan.
h.      Menjaga kebersihan dan keindahan lapangan golf dari adanya sampah, rumput liar atau rumput yang tidak sehat.
i.       Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh pimpinan yang berhubungan dengan lingkup pekerjaan.
j.       Bertanggung jawab atas aktivitas kegiatannya dan memberi laporan kepada pimpinan utama.
8.      Bidang Usaha Dan Promosi
a.      Melakukan pengamatan dan analisa atas kegiatan pertandingan yang dilakukan Swargaloka Golf Club Banjarbaru.
b.      Merencanakan pola produk atau jasa baru yang diperkirakan dapat selaras dengan selera pelanggan.
c.      Merencanakan dan mengajukan program-program pertandingan-pertandingan yang dapat diselenggarakan  di lapangan golf  Swargaloka Golf Club Banjarbaru.
d.      Menampung usulan-usulan pertandingan dari club atau instansi-instansi sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan program pertandingan.
e.      Bekerja sama dengan manajer pengelola dalam pengaturan jadwal pertandingan maupun kegiatan-kegiatan promosi yang akan dilaksanakan.
9.      Bidang Keamanan Dan Pembinaan Caddie
a.      Menjaga keamanan dan kenyamanan dilingkungan Swargaloka Golf Club Banjarbaru.
b.      Bekerja sama dengan manajer pengelola untuk melaksanakan program pembinaan caddie.
c.      Mengepalai/menjadi perwakilan dalam segala urusan yang berhubungan dengan caddie.
d.      Bertanggung jawab atas segala urusan yang bersangkutan dengan urusan caddie.
e.      Berhak memberikan sangsi terhadap caddie yang tidak mematuhi / melanggar aturan yang sudah ditentukan.
4.1.5      Jumlah Karyawan Swargaloka Golf Club Banjarbaru
Tabel 4.1
Jumlah Karyawan
Swargaloka Golf Club Banjarbaru


No

Karyawan
Jenis Kelamin
Pendidikan Terakhir
L
P
SD
SMP
SMA
D3
S1
1
Kantor (staff)
17
3
1
3
16
-
1
2
Lapangan
14
6
5
5
10
-
-
3
Caddie
140
-
25
37
75
1
4
Jumlah
171
9
31
45
101
1
5
Sumber : Data Diolah Peneliti (2014)
Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa karyawan di Swargaloka Golf Club Banjarbaru yang memiliki strata pendidikan sampai tingkat SMA paling banyak, yaitu berjumlah 101 orang, yang lulus sampai di tingkat SMP berjumlah 45 orang, yang lulus hanya sampai di tingkat SD berjumlah 31 orang, yang lulus sampai tingkat diploma 3 hanya 1 orang, dan yang lulus sampai tingkat strata satu (S1) sebanyak 5 orang.
Untuk menilai profesional kerja seseorang yang menjadi karyawan di Swargaloka Golf Club Banjarbaru, strata pendidikan tidak menjadi prioritas utama, hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya jumlah karyawan yang hanya lulus sampai di tingkat SD dan SMP.
Untuk jenis kelamin, karyawan berjenis kelamin laki-laki paling banyak menjadi karyawan di Swargaloka Golf Club Banjarbaru yaitu berjumlah 171 orang, hal ini dikarenakan tenaga laki-laki sangat dibutuhkan di Swargaloka Golf Club Banjarbaru terlebih pada sektor caddie, keseluruhan mereka adalah berjenis kelamin laki-laki, hal ini dikarenakan badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru tidak menerima karyawan perempuan pada sektor caddie.

4.2  Hasil Penelitian
Sebelum menguraikan tentang hasil penelitian dan analisisnya, peneliti merasa perlu menggaris bawahi hal berikut, yaitu anggapan bahwa data yang dikumpulkan adalah data yang valid dan reliabel, tidak menutup kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam pengumpulan data maupun pengukuran atas variabel-variabel yang digunakan. Penulis telah berupaya mengatasi keterbatasan tersebut dengan menggunakan test of validity dan test of reliability, namun demikian kedua tes tersebut hanya merupakan tolok ukur internal saja, sedang hal-hal yang bersifat eksternal seperti ketidakjujuran responden dalam memberikan data dan persepsi mereka yang berbeda dan lain sebagainya berada di luar kemampuan penulis.
Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada pelanggan (golfer) sebagai responden, maka dapat diketahui karakteristik setiap pelanggan. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa informasi ini dapat menjadi masukan bagi pihak manajemen / badan pengelola selaku pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru dalam menyusun strategi pelayanan yang sesuai dengan karakteristik pelanggannya di masa yang akan datang.
Dalam penelitian ini, jumlah responden yang dianalisis yaitu sebanyak 100 orang yang keseluruhan adalah pelanggan yang berstatus sebagai member Swargaloka Golf Club Banjarbaru. Untuk mempermudah pengumpulan data dan memperoleh hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan, peneliti membagikan kuesoner kepada setiap responden dan memintanya untuk mengisi langsung. Sedangkan untuk penyajian data mengenai identitas responden yaitu untuk memberikan gambaran tentang keadaan diri para responden. Adapun gambaran tentang responden dalam penelitian ini diklasifikasikan berdasarkan umur, jenis kelamin, status perkawinan, strata pendidikan, pekerja, dan jumlah kunjungan.
Penyebaran kuesoner dilakukan selama satu bulan guna menghasilkan data yang lengkap dan untuk mengetahui persepsi konsumen yang sebenarnya tentang kualitas jasa pelayanan pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru selama ini. Berikut ini akan dibahas mengenai kondisi dari masing-masing klasifikasi demografis responden tersebut, yaitu :
1.      Responden Berdasarkan Umur
Dengan variatifnya responden yang datang untuk bermain golf di Swargaloka Golf Club Banjarbaru, maka akan memungkinkan responden yang bermain golf juga bervariasi berdasarkan umur. Komposisi responden berdasarkan umur disajikan pada tabel 4.2 berikut ini :
Tabel 4.2
Responden Berdasarkan Umur
Umur
Jumlah Responden
Persentase
     <  35 tahun
30
30 %
3655 tahun
50
50 %
     >  56 tahun
20
20 %
Total
100
100 %
Sumber : Data Diolah Peneliti (2015)
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui responden terbanyak adalah yang berumur antara 36 – 55 tahun yaitu berjumlah 50 orang (50%) sedangkan responden yang berumur < 35 tahun yaitu berjumlah 30 orang (30%) dan responden yang berumur > 56 tahun berjumlah 20 orang (20%) dari total 100 responden.
2.      Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Dalam bidang olahraga golf dapat memungkinkan terdapat variatif responden berdasarkan jenis kelamin, hal ini dikarenakan dalam bidang olahraga apapun terdapat sifat atau sikap seseorang untuk menyalurkan hobi atau hanya untuk mencari kesenangan. Dengan variatifnya responden yang datang untuk bermain golf di Swargaloka Golf Club Banjarbaru, maka akan memungkinkan responden yang bermain golf juga bervariasi berdasarkan jenis kelamin. Komposisi responden berdasarkan jenis kelamin disajikan pada tabel berikut :
Tabel 4.3
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin
Jumlah Responden
Persentase
Laki – Laki
90
90 %
Perempuan
10
10 %
Total
100
100 %
Sumber : Data Diolah Peneliti (2015)
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa responden terbanyak adalah laki - laki yaitu berjumlah 90 orang (90%) sedangkan responden wanita hanya berjumlah 10 orang (10%). Hal ini dikarenakan laki - laki lebih senang bermain golf daripada wanita. Untuk di lapangan golf Swargaloka sendiri anggota membernya kebanyakan laki – laki, hal tersebut dikarenakan laki – laki lebih senang dan hobi bermain golf, sedangkan untuk golfer perempuan kebanyakan mereka hanya sekedar mengisi waktu luang atau hanya sekedar menemani pasangan mereka bermain golf.
3.      Responden Berdasarkan Status Perkawinan
Dalam menyalurkan hobi atau mencari kesenangan, status perkawinan seseorang bukan menjadi faktor penghalang dalam pelaksanaannya. Hal tersebut dapat dilihat komposisi responden berdasarkan status perkawinan yang disajikan pada tabel berikut :
Tabel 4.4
Responden Berdasarkan Status Perkawinan
Status Perkawinan
Jumlah Responden
Persentase
Menikah
95
95 %
Belum Menikah
5
5 %
Total
100
100 %
Sumber : Data Diolah Peneliti (2015)
Berdasarkan Tabel 4.4 dapat diketahui bahwa responden terbanyak adalah yang sudah menikah yaitu berjumlah 95 orang (95%) hal ini dikarenakan responden adalah para golfer yang sudah mempunyai penghasilan tetap (mapan) dan mempunyai penghasilan tinggi. Sedangkan responden yang belum menikah berjumlah 10 orang (5%) dari total 100 responden.
4.      Responden Berdasarkan Strata Pendidikan
Dalam berolahraga, strata pendidikan tidak menjadi faktor penghalang seseorang untuk menyalurkan hobi dan mencari kesenangannya, tetapi bisa dijadikan pembanding antara olahraga yang lain dengan olahraga golf. Komposisi responden berdasarkan strata pendidikan disajikan pada tabel berikut :
Tabel 4.5
Responden Berdasarkan Strata Pendidikan
Strata Pendidikan
Jumlah Responden
Persentase
SMA
25
25 %
S1
35
35 %
S2
40
40 %
Total
100
100 %
Sumber : Data Diolah Peneliti (2015)
Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa responden terbanyak adalah yang lulusan S2 yaitu berjumlah 40 orang (40%) sedangkan responden yang lulusan S1 berjumlah 35 orang (30%)  dan yang lulusan SMA berjumlah 25 orang (25%). Dalam hal ini, mengapa responden yang strata pendidikannya lebih tinggi lebih banyak bermain golf daripada yang strata pendidikannya lebih rendah. Hal tersebut dikarenakan pelanggan (golfer) Swargaloka Golf Club Banjarbaru kebanyakan mereka yang bekerja di instansi pemerintahan yang notabennya harus memiliki tingkat pendidikan yang tinggi.

5.      Responden Berdasarkan Pekerjaan
Pekerjaan seringkali mempengaruhi perilaku seseorang dalam keputusan. Selain itu, pekerjaan pada umumnya juga mencerminkan satu bentuk perilaku seseorang terhadap sikap atau sifat dalam hal menyalurkan hobi atau mencari kesenangan. Komposisi responden berdasarkan status pekerjaan disajikan pada tabel berikut :
Tabel 4.6
Responden Berdasarkan Status Pekerjaan
Pekerjaan
Jumlah Responden
Persentase
PNS/TNI/POLRI
40
40 %
Karsayan Swasta
25
25 %
Wiraswasta
35
35 %
Total
100
100 %
Sumber : Data Diolah Peneliti (2015)
Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui bahwa responden terbanyak adalah responden yang bekerja sebagai PNS/TNI/POLRI berjumlah 40 orang (40%), hal ini dikarenakan pelanggan (golfer) yang bermain golf di Swargaloka Golf Club Banjarbaru adalah orang - orang yang bekerja di instansi pemerintahan seperti Gubernur, Bupati, Kepala dinas, Petinggi kejaksaan dan pengadilan negri di Kalimantan Selatan, serta para petinggi dari TNI dan POLRI yang berdinas di Kalimantan Selatan. Sedangkan responden yang bekerja sebagai wiraswasta berjumlah 35 orang (35%), mereka dari para pengusaha tambang, perkebunan sawit, karet, depolover perumahan, dll. Sedangkan untuk responden yang bekerja sebagai karyawan swasta berjumlah 25 orang (25%), mereka terbagi diantaranya para pegawai bank swasta, instansi swasta dll.


6.      Responden Berdasarkan Jumlah Kunjungan
Komposisi responden berdasarkan jumlah kunjungan disajikan pada tabel berikut :
Tabel 4.7
Responden Berdasarkan Jumlah Kunjungan
Jumlah Kunjungan
(Perbulan)
Jumlah Responden
Persentase
1   4 kali
59
59 %
5   7 kali
28
28 %
   8  – 12 kali
13
13 %
Total
100
100 %
Sumber : Data Diolah Peneliti (2015)
Jika dilihat dari hasil analisis rerponden berdasarkan tabel 4.7 dapat diketahui bahwa responden terbanyak adalah responden yang jumlah kunjungannya diantara 1 – 4 kali perbulannya dapat ditafsirkan hanya 1 kali dalam 1 minggu atau 2 minggu sekali sebanyak 59 orang (59%), sedangkan yang jumlah kunjungannya diantara 5 – 7 kali perbulannya  yaitu berjumlah 28 orang (28%), dan responden yang jumlah kunjungannya 8 - 12 kali perbulannya sebanyak 23 orang (23%).
Pada tabel 4.7 dapat diklasifikasikan bahwa tingkat kepuasan pelanggan masih kurang terhadap kualitas jasa pelayanan pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru, hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya jumlah pelanggan yang hanya bermain golf diantara 1 – 4 kali perbulannya, serta lebih sedikitnya responden yang bermain golf di Swargaloka Golf Club Banjarbaru dengan jumlah kunjungan antara 5 – 7 kali dan 8 – 12 kali perbulannya yang hanya berjumlah 28 orang (28%) & 13 orang (13%).
Hal ini yang harus menjadi pertimbangan oleh pihak manajemen/badan pengelola Swargaloka Golf Club Banjarbaru agar lebih teliti dan menyimak faktor apa yang menjadi penyebab permasalahan selama ini dan yang mana menjadi prioritas perbaikan demi meningkatkan kepuasan pelanggan serta membangkitkan minat pelanggannya lagi.
7.      Deskripsi Variabel Peranan Kualitas Jasa Pelayanan Pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui tanggapan responden pada tiap-tiap pertanyaan dalam kuesoner terhadap variabel kualitas jasa pelayanan pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru, dengan indikator 10 dimensi kualitas jasa yang yang penghitungannya menggunakan skala likert dan interpretasi data dalam bentuk persen ada pada tabel berikut :
Tabel 4.8
Distribusi Tanggapan Responden Terhadap Variabel Peranan Kualitas Jasa Pelayanan Dengan Indikator 10 Dimensi Pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru

Pertanyaan
No
Tanggapan Jawaban Responden
Jumlah
SS
S
N
TS
STS
F
%
F
%
F
%
F
%
F
%
F
%
1
48
48
32
32
20
20
0
0
0
0
100
100
2
44
44
33
33
23
23
0
0
0
0
100
100
∑ 1,2
92
92
65
65
43
43
0
0
0
0
200
100
3
36
36
28
28
26
26
7
7
3
3
100
100
4
21
21
25
25
13
13
27
27
14
14
100
100
∑ 3,4
57
57
53
53
39
39
34
34
17
17
200
100
5
30
30
25
25
32
32
10
10
3
3
100
100
6
23
23
33
33
35
35
7
7
2
2
100
100
∑ 5,6
59
59
52
52
67
67
17
17
5
5
200
100
7
48
48
52
52
0
0
0
0
0
0
100
100
8
37
37
45
45
18
18
0
0
0
0
100
100
∑ 7,8
85
85
97
97
18
18
0
0
0
0
200
100
9
26
26
34
34
40
40
0
0
0
0
100
100
10
33
33
57
57
10
10
0
0
0
0
100
100
∑ 9,10
59
59
91
91
49
49
0
0
0
0
200
100
11
35
35
21
21
23
23
13
13
8
8
100
100
12
21
21
25
25
44
44
6
6
4
4
100
100
∑ 11,12
56
56
46
46
67
67
19
19
12
12
200
100
13
42
42
23
23
35
35
0
0
0
0
100
100
14
26
26
38
38
36
36
0
0
0
0
100
100
∑ 13,14
68
68
61
61
72
72
0
0
0
0
200
100
15
26
26
31
31
43
43
0
0
0
0
100
100
16
27
27
26
26
47
47
0
0
0
0
100
100
∑ 15,16
53
53
57
57
90
90
0
0
0
0
200
100
17
24
24
17
17
28
28
21
21
10
10
100
100
18
15
15
27
27
21
21
23
23
14
14
100
100
∑ 17,18
39
39
44
44
49
49
44
44
24
24
200
100
19
30
30
37
37
25
25
4
4
4
4
100
100
20
58
58
42
42
0
0
0
0
0
0
100
100
∑ 19,20
88
88
79
79
25
25
4
4
4
4
200
100
Sumber : Data Diolah Peneliti (2015)
Keterangan :
                     F    : Frekuensi/Jumlah Responden
                     %   :  Persentase
Pada tabel 4.8 dapat diketahui hasil total penjumlahan tanggapan responden pada tiap-tiap pertanyaan terhadap indikator masing-masing 10 dimensi kualitas jasa pelayanan pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru. Diskripsi hasil penelitian variabel kualitas jasa pelayanan pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru adalah sebagai berikut :
a.    Keandalan (reliability)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 48% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 32% persen responden yang menjawab Setuju (S), dan 20% responden yang menjawab Netral (N). Sedangkan pada pertanyaan kedua, 44% responden menjawab Sangat Setuju (SS), 33% responden menjawab Setuju (S), dan 23% responden menjawab Netral (N).
b.    Ketanggapan (responsiveness)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 36% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 28% responden menjawab Setuju (S), dan 36% responden yang menjawab Netra (N), 7% responden menjawab Tidak Setuju (TS), dan 3% responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS). Sedangkan pada pertanyaan kedua, 25% responden menjawab Setuju (S), 13% responden menjawab Netral (N), 27% responden menjawab Tidak Setuju (TS), dan 14% responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS).
c.    Kemampuan (competence)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 30% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 25% responden menjawab Setuju (S), 30% responden menjawab Netral (N), 10% responden menjawab Tidak Setuju (TS), dan 3% responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS). Sedangkan pada pertanyaan kedua, 23% responden menjawab Sangat Setuju (SS), 33% responden menjawab Setuju (S), 35% responden menjawab Netral (N), 7% responden yang menjawab Tidak Setuju (TS), dan 2% responden menjawab Sangat Tidak Setuju (STS).
d.    Akses (acces)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 48% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 52% responden menjawab Setuju (S). Sedangkan pada pertanyaan kedua, 37% responden menjawab Sangat Setuju (SS), 45% responden menjawab Setuju (S), 18% responden menjawab Netral (N).
e.    Tata Krama (courtesy)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 26% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 34% persen responden yang menjawab Setuju (S), dan 40% responden yang menjawab Netral (N). Sedangkan pada pertanyaan kedua, 33% responden menjawab Sangat Setuju (SS), 57% responden menjawab Setuju (S), dan 10% responden menjawab Netral (N).
f.     Komunikasi (communication)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 35% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 21% persen responden yang menjawab Setuju (S), dan 23% responden yang menjawab Netral (N), 13% responden menjawab Tidak Setuju (TS), dan 8% responden menjawab Sangat Tidak Setuju (STS). Sedangkan pada pertanyaan kedua, 25% responden menjawab Setuju (S), dan 44% responden menjawab Netral (N), 6% responden menjawab Tidak Setuju (TS), dan 4% responden menjawab Sangat Tidak Setuju (STS).
g.    Sifat Jujur (credibility)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 42% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 23% responden menjawab Setuju (S), 35% responden menjawab Netral (N). Sedangkan pada pertanyaan kedua, 38% responden menjawab Setuju (S), 36% responden menjawab Netral (N).
h.    Keamanan (security)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 26% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 31% responden menjawab Setuju (S), 43% responden menjawab Netral (N). Sedangkan pada pertanyaan kedua, 27% responden menjawab Sangat Setuju (SS), 26% responden menjawab Setuju (S), 47% responden menjawab Netral (N).
i.     Perhatian Pada Pelanggan (understanding the customer)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 24% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 17% responden menjawab Setuju (S), 28% responden menjawab Netral (N), 21% responden menjawab Tidak Setuju (TS), dan 10% responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS). Sedangkan pada pertanyaan kedua, 15% responden menjawab Sangat Setuju (SS), 27% responden menjawab Setuju (S), 21% responden menjawab Netral (N), 23% responden yang menjawab Tidak Setuju (TS), dan 14% responden menjawab Sangat Tidak Setuju (STS).


j.     Bukti Fisik (tangible)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 30% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 37% responden menjawab Setuju (S), 25% responden menjawab Netral (N), 4% responden menjawab Tidak Setuju (TS), dan 4% responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS). Sedangkan pada pertanyaan kedua, 58% responden menjawab Sangat Setuju (SS), 42% responden menjawab Setuju (S).
8.      Deskripsi Variabel Kualitas Jasa Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan (golfer) Pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru
Distribusi tanggapan responden terhadap peranan kualitas jasa pelayanan dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan (golfer) pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru yang pengaturan skornya menggunakan metode skala likert, sedangkan untuk mengukuran tingkat kepuasan pelanggan (golfer) menggunakan metode skala interval, adalah sebagai berikut :
a.                     >    45,8             =          Sangat Puas
b.             35,6  -   45,7             =          Puas
c.             25,4  -   35,5             =          Cukup Puas
d.             15,2  -   25,3             =          Tidak Puas
e.                     <   15,1             =          Sangat Tidak Puas
Hasil pengukuran tingkat kepuasan pelanggan (golfer) dengan indikator 10 dimensi kualitas jasa pelayanan yang tersedia pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru yang pengukurannya menggunakan metode skala interval, tersajikan pada tabel berikut :

Tabel 4.9
Pengukuran Variabel Kualitas Jasa Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan (golfer) Pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru
Variabel
Indikator/Pertanyaan
Skor
a.   Keandalan (reliability)
1.    Kemudahan dalam proses pendaftaran menjadi pelanggan (golfer) baru
2.    Setiap pelanggan (golfer) yang menjadi anggota member biaya administrasinya (green fee) lebih murah daripada non member
47,8


43,8
b.   Ketanggapan (responsiveness)
3.    Pelayan lapangan (caddie) selalu menyiapkan apa yang diperlukan oleh pelanggan (golfer) di lapangan
4.    Pelayan di ruang club house selalu menyiapkan apa yang diperlukan pelanggan (golfer)
35,4


18,2
c.   Kemampuan (competence)
5.    Pelayan lapangan (caddie) mengerti teori dan praktek dalam tekhnik bermain golf
6.    Pelayan lapangan (caddie) mampu memberikan arahan kepada pelanggan (golfer) pada saat bermain
29,4


22,6

d.  Akses (acces)
7.    Lapangan golf Swargaloka letaknya strategis, tidak jauh dari jalan raya, dan dekat dengan bandara Syamsuddin Noor
8.    Golfer dapat menghubungi para pelayan (caddie/petugas loket) untuk menanyakan sesuatu melalui telepon/sms
47,8



36,8
e.   Tata Krama (courtesy)
9.    Pelayan di loket atministrasi selalu menyapa dan tersenyuman pada pelanggan (golfer)
10.  Pelayan di loket administrasi selalu memberikan bukti pembayaran (kupon green fee) kepada pelanggan (golfer)
25,8


32,8
f.    Komunikasi (communication)
11.  Pelayan lapangan (caddie) menggunakan bahasa yang dimengerti oleh pelanggan (golfer) pada saat memberikan arahan
12.  Badan pengelola mau menerima keluhan dan saran para pelanggan (golfer)
33,4



20,5
g.  Sifat Jujur (credibility)
13.  Pelayan mampu menanamkan kepercayaan kepada pelanggan (golfer)
14.  Swargaloka Golf Club Banjarbaru memiliki citra yang positif di mata pelanggan (golfer)
41,8


25,8
h.  Keamanan (security)
15.  Pelanggan (golfer) merasa aman dan nyaman pada saat bermain golf
16.  Peralatan dan barang-barang pribadi (mobil, tas pakaian, stik golf, dll) milik pelanggan (golfer) terjaga dengan baik
25,8

26,8
i.    Perhatian Pada Pelanggan (understanding the customer)
17.  Badan pengelola/pengurus mau menanyakan apa yang menjadi keluhan para pelanggan (golfer)
18.  Biaya administrasi (green fee) murah
22


14,2
j.    Bukti Fisik (tangible)
19.  Kualitas lapangan bagus dan nyaman untuk bermain golf
20.  Tempat parkir yang tersedia luas
29,6

57,8
Sumber : Data Diolah Peneliti (2015)
Pada tabel 4.9 diketahui bahwa kualitas jasa pelayanan sangat berperan dan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan (golfer), hal tersebut dapa dilihat dari hasil penilaian yang terdapat perbedaan persepsi tanggapan atas variabel yang sama.
Tanggapan responden terhadap variabel keandalan (reliability) dengan indikator nomor satu skornya adalah 47,8 dikatagorikan “Sangat Puas”, sedangkan indikator nomor dua skornya adalah 43,8 dikatagorikan “Puas”.
Pada variabel ketanggapan (responsiveness) penilaian responden pada indikator nomor tiga skornya adalah 35,4 dikatagorikan “Cukup Puas”, sedangkan indikator nomor empat skornya adalah 18,2 dikatagorikan “Sangat Tidak Puas”.
Pada variabel kemampuan (competence) penilaian responden pada indikator nomor lima skornya adalah 29,4 dikatagorikan “Cukup Puas”, sedangkan indikator nomor enam skornya adalah 22,6 dikatagorikan “Tidak Puas”.
Pada variabel akses (acces) penilaian responden pada indikator nomor tujuh skornya adalah 47,8 dikatagorikan “Sangat Puas”, sedangkan indikator nomor delapan skornya adalah 36,8 dikatagorikan “Puas”.
Pada variabel tata krama (courtesy) penilaian responden pada indikator nomor sembilan skornya adalah 25,8 dikatagorikan “Cukup Puas”, sedangkan indikator nomor sepuluh skornya adalah 32,8 dikatagorikan “Cukup Puas.
Pada variabel komunikasi (communication) penilaian responden pada indikator nomor sebelas skornya adalah 33,4 dikatagorikan “Cukup Puas”, sedangkan indikator nomor dua belas skornya adalah 20,5 dikatagorikan “Tidak Puas”.
Pada variabel sifat jujur (credibility) penilaian responden pada indikator nomor tiga belas skornya adalah 41,8 dikatagorikan “Puas”, sedangkan indikator nomor empat belas skornya adalah 25,8 dikatagorikan “Cukup Puas”.
Pada variabel keamana (security) penilaian responden pada indikator nomor  lima belas skornya adalah 25,8 dikatagorikan “Puas”, sedangkan indikator nomor enam belas skornya adalah 26,8 dikatagorikan “Cukup Puas”.
Pada variabel perhatian pada pelanggan (understanding the customer) penilaian responden pada indikator nomor tujuh belas skornya adalah 22 dikatagorikan “Tidak Puas”, sedangkan indikator nomor delapan belas skornya adalah 14,2 dikatagorikan “Sangat Tidak Puas”.
Pada variabel bukti fisik (tangible) penilaian responden pada indikator nomor sembilan belas skornya adalah 29,6 dikatagorikan “Cukup Puas”, sedangkan indikator nomor dua puluh skornya adalah 57,8 dikatagorikan “Sangat Puas”.
4.3     Pembahasan
Pembahasan dilakukan berdasarkan pada rujukan berbagai teori yang digunakan dimana di dalamnya ditentukan suatu kepastian mengenai aspek teori dan kesesuaian/ketidaksesuaian dengan fakta hasil penelitian di lapangan dimana peneliti juga membuat suatu analisis serta interpretasi/membuat tafsiran atas tampilan data secara deskriptif kuantitatif sesuai dengan permasalahan penelitian serta memberikan verifikasi teoritis temuan penelitian tentang peranan kualitas jasa pelayanan dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru.
4.3.1    Peranan Kualitas Jasa Pelayanan Dalam Upaya Meningkatkan Kepuasan Pelanggan (golfer) Pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru
Berdasarkan hasil analisis dan penelitian, dapat diketahui bahwa persepsi pelanggan (golfer) terhadap peranan kualitas jasa pelayanan dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan (golfer) pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru selama ini ada beberapa indikator yang dirasakan pelanggan (golfer) masih belum memenuhi espekstasi pelanggan (golfer) atau belum optimal. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil metode survei yang dilakukan peneliti dengan cara membagikan kuesoner pada responden selaku sampel pada penelitian, serta hasil wawancara langsung kepada responden.
Perpaduan dua metode skala pengukuran yang dilakukan peneliti guna mengukur tingkat kepuasan pelanggan selama ini yaitu dengan pengukuran metode skala likert, dan metode pengukuran skala interval, sehingga dapat diketahui persepsi pelanggan (golfer) yang sesungguhnya terhadap peranan kualitas jasa pelayanan terhadap kepuasan pelanggan (golfer) pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru selama ini.
Metode pengukuran menggunakan skala likert dapat dilihat pada tabel 4.8, sedangkan untuk metode pengukuran menggunakan skala interval dapat dilihat pada tabel 4.9 pada hasil penelitian. Ada beberapa indikator kualitas jasa pelayanan pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru yang memiliki peranan penting terhadap kepuasan pelanggan (golfer) yang masih belum sesuai dengan espekstasi para pelanggan (golfer), hal ini dapat berdampak pada menurunnya minat pelanggan (golfer) untuk kembali bermain di Swargaloka Golf Club Banjarbaru, dan juga berakibat pada sulitnya untuk menambah pelanggan (golfer) baru.
Hasil penelitian yang didapat, diketahui bahwa peranan kualitas jasa pelayanan dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan (golfer) pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru selama ini adalah sebagai berikut :
a.    Keandalan (reliability)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 48% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 32% persen responden yang menjawab Setuju (S), dan 20% responden yang menjawab Netral (N), dengan skor 47,8 dikatagorikan “Sangat Puas”.
Sedangkan pada pertanyaan kedua, 44% responden menjawab Sangat Setuju (SS), 33% responden menjawab Setuju (S), dan 23% responden menjawab Netral (N), dengan skor 43,8 dikatagorikan “Puas”.
b.    Ketanggapan (responsiveness)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 36% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 28% responden menjawab Setuju (S), dan 36% responden yang menjawab Netra (N), 7% responden menjawab Tidak Setuju (TS), dan 3% responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS), dengan skor 35,4 dikatagorikan “Cukup Puas”.
Sedangkan pada pertanyaan kedua, 25% responden menjawab Setuju (S), 13% responden menjawab Netral (N), 27% responden menjawab Tidak Setuju (TS), dan 14% responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS), dengan skor 18,2 dikatagorikan “Sangat Tidak Puas”.
c.    Kemampuan (competence)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 30% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 25% responden menjawab Setuju (S), 30% responden menjawab Netral (N), 10% responden menjawab Tidak Setuju (TS), dan 3% responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS), dengan skor 29,4 dikatagorikan “Cukup Puas”.
Sedangkan pada pertanyaan kedua, 23% responden menjawab Sangat Setuju (SS), 33% responden menjawab Setuju (S), 35% responden menjawab Netral (N), 7% responden yang menjawab Tidak Setuju (TS), dan 2% responden menjawab Sangat Tidak Setuju (STS), dengan skor 22,6 dikatagorikan “Tidak Puas”.
d.    Akses (acces)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 48% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 52% responden menjawab Setuju (S), dengan skor 47,8 dikatagorikan “Sangat Puas”.
Sedangkan pada pertanyaan kedua, 37% responden menjawab Sangat Setuju (SS), 45% responden menjawab Setuju (S), 18% responden menjawab Netral (N), dengan skor 36,8 dikatagorikan “Puas”.
e.    Tata Krama (courtesy)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 26% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 34% persen responden yang menjawab Setuju (S), dan 40% responden yang menjawab Netral (N), dengan skor 25,8 dikatagorikan “Cukup Puas”.
Sedangkan pada pertanyaan kedua, 33% responden menjawab Sangat Setuju (SS), 57% responden menjawab Setuju (S), dan 10% responden menjawab Netral (N), dengan skor  32,8 dikatagorikan “Puas.
f.     Komunikasi (communication)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 35% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 21% persen responden yang menjawab Setuju (S), dan 23% responden yang menjawab Netral (N), 13% responden menjawab Tidak Setuju (TS), dan 8% responden menjawab Sangat Tidak Setuju (STS), dengan skor 33,4 dikatagorikan “Cukup Puas”.
Sedangkan pada pertanyaan kedua, 25% responden menjawab Setuju (S), dan 44% responden menjawab Netral (N), 6% responden menjawab Tidak Setuju (TS), dan 4% responden menjawab Sangat Tidak Setuju (STS), dengan skor 20,5 dikatagorikan “Tidak Puas”.
g.    Sifat Jujur (credibility)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 42% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 23% responden menjawab Setuju (S),35% responden menjawab Netral (N), dengan skor 41,8 dikatagorikan “Puas”.
Sedangkan pada pertanyaan kedua, 38% responden menjawab Setuju (S), 36% responden menjawab Netral (N), dengan skor 25,8 dikatagorikan “Cukup Puas”.
h.    Keamanan (security)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 26% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 31% responden menjawab Setuju (S),43% responden menjawab Netral (N), dengan skor 25,8 dikatagorikan “Cukup Puas”.
Sedangkan pada pertanyaan kedua, 27% responden menjawab Sangat Setuju (SS), 26% responden menjawab Setuju (S), 47% responden menjawab Netral (N), dengan skor 26,8 dikatagorikan “Cukup Puas”.
i.     Perhatian Pada Pelanggan (understanding the customer)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 24% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 17% responden menjawab Setuju (S),28% responden menjawab Netral (N), 21% responden menjawab Tidak Setuju (TS), dan 10% responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS), dengan skor 22 dikatagorikan “Tidak Puas”.
Sedangkan pada pertanyaan kedua, 15% responden menjawab Sangat Setuju (SS), 27% responden menjawab Setuju (S), 21% responden menjawab Netral (N), 23% responden yang menjawab Tidak Setuju (TS), dan 14% responden menjawab Sangat Tidak Setuju (STS), dengan skor 14,2 dikatagorikan “Sangat Tidak Puas”.
j.     Bukti Fisik (tangible)
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa 30% responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan pertanyaan pertama, 37% responden menjawab Setuju (S), 25% responden menjawab Netral (N), 4% responden menjawab Tidak Setuju (TS), dan 4% responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju (STS), dengan skor 29,6 dikatagorikan “Cukup Puas”.
Sedangkan pada pertanyaan kedua, 58% responden menjawab Sangat Setuju (SS), 42% responden menjawab Setuju (S), dengan skor 57,8 dikatagorikan “Sangat Puas”.
4.3.2    Usaha Kualitas Jasa Pelayanan Yang Seharusnya Dilakukan Dalam Upaya Meningkatkan Kepuasan Pelanggan (golfer) Pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru
Berdasarkan hasil analisis dan penelitian dapat diketahui bahwa yang harus menjadi prioritas perbaikan oleh badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru ada pada sektor yang nilainya <15,1 dimana persepsi pelanggan (golfer) pada indikator tersebut dirasakan “sangat tidak puas”, dan pada sektor yang nilainya 15,2 - 25,3 dimana persepsi pelanggan (golfer) pada indikator tersebut dirasakan “tidak puas”. Sedangkan pada sektor yang dirasakan pelanggan (golfer) “cukup puas” hendaknya lebih ditingkatkan lagi guna untuk merangsang kembali gairah dan minat pelanggan (golfer) untuk bermain di Swargaloka Golf Club Banjarbaru yang selama ini sudah mulai berkurang.
Usaha perbaikan/perubahan yang seharusnya dilakukan oleh badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru terhadap kualitas jasa pelayanan yang diberikan dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggannya (golfer) sebaiknya dilakukan pada sektor-sektor berikut ini :
1.      Biaya atministrasi (green fee) murah. (pertanyaan No.18)
Tingginya biaya atministrasi (green fee) menjadi salah satu faktor penghambat/keinginan pelanggan (golfer) untuk kembali bermain di Swargaloka Golf Club Banjarbaru. Biaya administrasi yang tinggi bisa dipertahankan dengan penyajian kualitas jasa pelayanan yang optimal, atau dengan cara menurunkan biaya administrasi (green fee) dengan harapan dapat meningkatkan kembali gairah para pelanggan (golfer) untuk bermain golf di Swargaloka Golf Club Banjarbaru yang harus diimbangi dengan perbaikan/perubahan pada sektor-sektor yang dirasakan menjadi faktor penyebab terjadinya penurunan minat dan jumlah pelanggan (golfer).
2.      Pelayan di ruang club house selalu menyiapkan apa yang diperlukan pelanggan (golfer). (pertanyaan No.4)
Kualitas pelayanan di ruang club house selama ini dirasakan pelanggan (golfer) masih kurang memuaskan, sektor ini sebaiknya juga harus menjadi bahan pertimbangan oleh badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru, pelayanan yang dilakukan sebaiknya :
a.      Pelayan yang bertugas di ruang club house sebaiknya tidak melakukan diskriminasi pelayanan terhadap pelanggan (golfer), karena hal tersebut bisa berakibat pada timbulnya rasa kecemburuan sosial di hati para pelanggan (golfer).
b.      Badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru segera memperbaiki mutu dan kualitas pelayanan di ruang club house.
3.      Pelayan lapangan (caddie) mampu memberikan arahan pada pelanggan (golfer) pada saat bermain. (pertanyaan No.6)
Kualitas pelayan lapangan (caddie) juga menjadi faktor penting dalam permainan golf, karena pada saat bermain golf, selain sklill golfer itu sendiri skill caddie juga sangat berperan dalam permainan golf, bahkan ada beberapa golfer yang sangat bergantung kepada caddie. Pada sektor ini dirasakan oleh para pelanggan (golfer) masih tidak memenuhi espekstasi mereka, hal ini yang harus menjadi bahan pertimbangan oleh badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru agar lebih diperhatikan. Hal yang seharusnya dilakukan oleh badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru sebaiknya sebagai berikut :
a.      Melakukan training dulu kepada pelayan lapangan baru (caddie) dan memberikan dan memberikan arahan kepada pelayan lapangan (caddie) yang belum menguasai tekhnik bermain golf baik dari segi teori maupun praktek..
b.      Caddie yang bekerja di Swargaloka Golf Club Banjarbaru diwajibkan menguasai tekhnik bermain golf baik dari segi teori maupun praktek.
4.      Badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru mau menerima keluhan dan saran para pelanggan (golfer) (pertanyaan No.12)
Badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru sebaiknya mempertimbangkan kebijakannnya yang selama ini di anggap para pelanggan (golfer) tidak puas, banyak pelanggan (golfer) yang mengeluhkan kenaikan harga geen fee dan juga hadiah yang disediakan pada saat turnamen yang dianggap mereka tidak sesuai dengan biaya pendaftaran.
5.      Badan pengelola/pengurus mau menanyakan apa yang menjadi keluhan para pelanggan (golfer). (pertanyaan No.17)
Badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru mau melakukan pembenahan pada sektor ini, karena pada sektor ini dirasakan pelanggan (golfer) tidak puas. Hal yang sebaiknya dilakukan oleh badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru adalah :
a.      Menyediakan kotak saran/pendapat untuk para pelanggan (golfer) yang tempatnya bisa diletakkan diruangan club house/di dekat loket administrasi.
b.      Badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru hendaknya melakukan wawancara kepada pelanggan (golfer) hal apa yang masih dirasakan tidak nyaman.

4.4  Implikasi Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil analisis dan penelitian, dapat diketahui bahwa peranan kualitas jasa pelayanan dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan (golfer) pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru selama ini dirasakan pelanggan masih belum optimal. Kualitas jasa pelayanan yang tersaji pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru sangat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan (golfer), hal tersebut dapat diketahui dari hasil metode survei yang dilakukan dengan cara membagikan kuesoner kepada responden, serta hasil wawancara langsung kepada responden.
Untuk meningkatkan kualitas jasa pelayana pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru, hal yang seharusnya menjadi prioritas perbaikan oleh badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru terdapat pada sektor yang dirasakan pelanggan (golfer) kurang. Sektor yang dirasakan pelanggan (golfer) kurang dapat diketahui pada tanggapan responden yang merasa sangat tidak puas, serta pada sektor yang dirasakan pelanggan (golfer) tidak puas. Sedangkan untuk sektor yang dirasakan pelanggan (golfer) cukup puas, masih perlu ditingkatkan kembali agar dapat memenuhi espekstasi mereka.
Sektor yang dirasakan pelanggan (golfer) masih belum memenuhi espekstasi mereka adalah sebagai berikut :
a.      Biaya administrasi (green fee)
Biaya administrasi (green fee) yang tinggi juga termasuk sektor penyebab menurunnya minat dan jumlah pelanggan (golfer), maka dari itu kepada badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru harus menyikapi serta mencari solusi bagaimana cara menyelesaikan permasalahan yang selama ini terjadi. Biaya administrasi (green fee) yang tinggi bisa teratasi dengan penyajian kualitas jasa pelayanan yang optimal, atau menurunkan biaya administrasi (green fee) dengan harapan meningkatkan kembali gairah para pelanggan (golfer) untuk bermain golf di Swargaloka Golf Club Banjarbaru yang disertai dengan penyajian kualitas jasa pelayanan yang lebih baik lagi.
b.     Sektor Pelayanan
Sektor pelayanan merupakan sektor penting yang terdapat pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru, banyak pelanggan (golfer) yang merasakan ketidak puasan terdapat sektor tersebut. Ketidak puasan pelanggan (golfer) dapat diketahui dari hasil tanggapan responden pada pertanyaan dalam kuesoner, serta adanya keluhan rasa ketidak puasan pelanggan (golfer) pada sektor pelayanan diluar pertanyaan dalam kuesoner yang diterima peneliti melalui hasil wawancara langsung kepada pelanggan (golfer).
Sektor pelayanan yang dirasakan pelanggan (golfer) tidak puas antara lain :
-        Terjadinya diskriminasi pelayanan terhadap pelanggan (golfer) oleh pelayan di ruang club house.
-        Kualitas pelayan (caddie) yang dirasakan pelanggan (golfer) masih kurang memuaskan dikarenakan keterbatasan kemampuan pelayan (caddie) yang tidak memiliki kualitas yang mumpuni dalam teknik bermain golf dari segi teori maupun praktek.
-        Tata krama para pelayan lapangan (caddie) yang dirasakan pelanggan (golfer) kurang.
-        Busana/pakaian yang digunakan pelayan lapangan (caddie) masih dirasakan pelanggan (golfer) kurang rapi.
c.      Badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru
Badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru sebaiknya menyimak apa yang menjadi keluhan atau rasa ketidak puasan pelanggan (golfer) terhadap kualitas jasa pelayanan pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru, sulitnya untuk menyampaikan keluhan/saran kepada badan pengelola/pengurus Swargaloka Golf Club Banjarbaru dikarenakan tidak adanya fasilitas kotak keluhan/saran pada Swargaloka Golf Club Banjarbaru juga menjadi faktor rasa ketidak puasan pelanggan (golfer).
Swargaloka Golf Club Banjarbaru bisa menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan referensi untuk mempertimbangkan guna melakukan perbaikan/pembenahan terhadap sektor kualitas jasa pelayanan yang dirasakan pelanggan (golfer) selama ini belum memenuhi espekstasi mereka. Dengan kualitas jasa pelayanan yang optimal tentunya dapat menciptakan pencitraan yang baik dimata pelanggan (golfer), sehingga minat pelanggan (golfer) yang selama ini menurun untuk bermain golf di Swargaloka Golf Club Banjarbaru akan kembali bergairah, dan tentunya akan berdampak pada meningkatnya jumlah pelanggan (golfer) baru yang datang untuk bermain golf di Swargaloka Golf Club Banjarbaru.



Tidak ada komentar: